Mie Ayam

Mie Ayam
Mie yang disajikan dengan ayam berbumbu kecap, sawi, pangsit dan sambal....


Rutinitas paling menyebalkan setip pagi dan saya yakin, semua ibu-ibu mengalami hal yang sama, yaitu memilih menu. Dan, pagi tadi, saat saya sedang mencuci piring-piring bekas semalam, sementara Daddy sedang menyiapkan sarapannya sendiri di dapur, iseng saya tanya sama beliau, hari ini menu makan siangnya apa? Biasanya jawaban Daddy selalu diplomatis, "apa aja sayang..." Jawaban yang pastinya tidak membantu sama sekali. Tapi hari ini lain, sewaktu Daddy menjawab, *dengan hati hati*... "emh.. apa ya, semalam daddy liat di blognya mommy, ada itu...."
"apa?" tanya saya.
hening.
"emh, sebentar...  lupa, sayang... " dengan wajah menunduk, sambil mengaduk masakan.
bohong....

Saya yakin sebenarnya Daddy gak lupa sama sekali, tapi hanya ragu-ragu mengatakannya, khawatir kalo permintaanya akan memberatkan saya. Ya, tentu saja suami saya terlalu baik, untuk dengan sengaja merekues makanan yang menurutnya agak rumit dihidangkan. Akhirnya, saya yang mengambil keputusan, karena saya yakin yang dilihat Daddy pastilah Mie Ayam Bakso Ceker yang beberapa hari lalu saya buat. Ternyata tebakan saya benar... heheh, rupa-rupanya suami saya ketagihan dengan mie ayam kemarin itu.  

Sebenarnya hari ini saya gak punya ceker ayam buat kuah kaldunya, tapi demi menyenangkan beliau akhirnya saya bikin lagi mie ayam. Meski dengan bahan yang relatif minim, mudah-mudahan enak, pikir saya.  Jadi boleh dibilang, mie ayam yang ini lebih simple dari kemarin, minus bakso dan ceker, tapi tetap pakai kuah kaldu. Cuma kuah kaldunya lebih ringkes ketimbang yang kemarin. Hasilnya? tetap enaklah... bagaimanapun memasak dengan cinta, *kompor serta wajan juga pastinya... adalah hal yang paling menyenangkan, terlebih apabila hasilnya disukai, bukan?

Ngemeng-ngemeng, kenapa postingan saya hari ini lebay begini... *siapin kresek.....* 
ngacir ke bulan....


Mie Ayam


MIE AYAM

Mie Ayam







150 gr mie telor kering, rebus hingga matang
1 ikat sawi hijau, rebus sebentar tiriskan
Sambal cabai untuk pelengkap
Kecap manis untuk pelengkap bila suka
Kulit pangsit goreng



Kuah kaldu
250 gr dada ayam fillet
500 ml air, untuk merebus 
2 cm jahe, geprek
2 siung bawang putih, geprek
3 lembar daun dalam
1/2 sdt kaldu bubuk




Bumbu ayam 
6 buah bawang merah
4 siung bawang putih
1 ruas jari kunyit
1 ruas jari jahe
1/2 sdt ketumbar
3 btr kemiri, goreng/sangrai
1/2 sdt merica bubuk
5-6 sdm kecap manis [atau sesuai selera]
5 tangkai daun bawang, iris halus
Kaldu bubuk bila suka
300 ml air 
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, geprek
1/2 sdt gula
Minyak untuk menumis







Pertama siapkan air dalam panci kecil rebus ayam dengan api kecil, tambahkan jahe, bawang putih dan daun salam  selama kira-kira 15 menit . Sambil menunggu kaldu siap digunakan, kita akan mengerjakan yang lainnya. Misalnya merebus mie, apabila memakai mie kering. Rebus mie sampai matang, kemudian tiriskan. Lalu rebus sawi, angkat, sisihkan. 

Setelah itu, siapkan bumbu untuk memasak ayam. Haluskan bawang, jahe, ketumbar, kemiri, dan kunyit. Panaskan minyak kemudian tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan 3-4 sdm minyak goreng. Masukan daun salam dan lengkus, masak hingga harum dan bumbu matang. Lalu masukan daun bawang yang sudah diiris, aduk rata, tambahkan ayam, masak sebentar. Tambahkan  air. Masak hingga menddidih. Tambahkan merica bubuk, gula, kaldu bubuk dan kecap. Aduk hingga rata. Masak hingga mengental, lalu cicipi, tambahkan garam bila dirasa kurang asin. Matikan api.

Sekarang kita sudah mulai bisa meyiapkan mie di mangkuk saji. Pastikan kuah kaldu selalu panas sebelum disajikan. Pertama, masukan mie dan daun sawi yang sudah direbus, tambahkan ayam yang sudah dimasak. Tambahkan juga kerupuk pangsit dan sambal serta kecap bila suka. Siram dengan kuah kaldu secukupnya, kemudian segera sajikan.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat...

Salam,



16 comments :

  1. subuh-subuh baca ini jadi pengen bikin buat sarapan :)
    makasih resepnya mbak ayu :)

    BalasHapus
  2. enaaaaaaaaaaaaakkkkkkk
    kesukaanku ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. samaaa, kesukaanku juga..
      mbakyu di papua adakah yang beginian? kalo gak ada berarti skrng waktunya nguplek sndiri xixixiixi..

      Hapus
  3. waa.....terharunya membaca kisah suami isteri yang romatik ni...siap ada adegan tunduk-menunduk lagi...skripnya juga terbaik.....sikap suami ayu itu memang harus dicontohi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi lebay sekali ya ummi xixixi...
      Alhmdulillah ummi, semoga selalu rukun sampe tua ya..:D

      Hapus
    2. Ooooooh.. berarti skrg msh muda ya ceu...?

      :D

      Hapus
    3. tergantung dgn siapa ngebandinginnya..:D

      Hapus
  4. saetik pisan...
    tukang dagangnya pelit ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. misuaku makannya ancim pisan mang, segini ajah, udah eungap cenah..:D

      Hapus
  5. mie ayam selalu menggodaaa.............

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan...kalau kebaca Insyaalloh dibales, kalau enggak jangan ngambek, berarti yang punya blog lagi kelilipan nggak ketauan ada komentar nyelip^^