Selat Solo

Selat Solo

Assalamua'laikum warohmatulloh wabarokatu...
Wilujeng siang...


Satu lagi hasil dialog kultural antara Bangsa Belanda dan masyarakat lokal Jawa, khususnya Solo yang menghasilkan sebuah racikan kuliner super lezat, Selat Solo!. Selat ini terdiri dari sayuran rebus, kentang  goreng, mayones, dan semur daging dengan kuah yang menggenang. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya. Perpaduan manis dari kecap, asam dari mayo gurih dari daging dan segar dari mentimunnya. Sebuah citarasa kuliner yang sejujurnya agak merepotkan membuatnya, namun sungguh sangat sepadan. 


Mengenai Sejarah panjang Selat solo, sepertinya kali ini saya tidak begitu tertarik untuk mengulasnya, saya hanya ingin menakankan bahwa betapa sajian kuliner dari dua kultural yang berbeda ini menghasilkan hidangan yang istimewa dan memanjakan lidah tentunya. Memang jika dibandingkan antara semur-nya Selat Solo dan semur Betawi, kerasa banget bedanya. Selat Solo memiliki rasa yang lebih ringan, dengan kuah yang encer tidak mlekoh seperti halnya Semur Betawi. Tapi perpaduan yang pas dengan kentang dan sayur dan mayonesnya membuat rasanya unik, terutama buat saya yang baru kali ini mencoba rasanya. Yup, sebenarnya saya belum pernah mencoba versi otentik Selat Solo itu gimana... Tapi setidaknya, resep yang saya adaptasi dari Tabloid Femina ini, cukup untuk memenuhi rasa penasaran saya terhadap salah satu adaptasi kuliner Eropa-Jawa ini.



Selat Solo



Demi mendapat resep Selat Solo yang kira-kira otentik, saya sampai bela-belain nanya-nanya ke salah satu senior saya, Ibu Sutil mami Anitajoyo, meski sebenarnya di internet banyak juga yang menuliskan resepnya. Tapi saya memang pengen bener-bener resep selat yang udah diujicobakan oleh teman saya yang kredibel untuk menilai bahwa versi ini lah yang kira-kira mendekati versi otentik hehehe... jazkillah ya mami... muacchhhhhhhh.. :*



 --------------------------------- 

SELAT SOLO
Source: Tabloid Femina 




Selat Solo






Semur
750 gr daging has dalam
4 siung bawang putih
8 butir bawang merah
10 btr merica
1 sdt garam
1/4 sdt pala bubuk
4 sdm kecap manis
4 sdm margarin
1.250 ml air panas
150 gr tomat, iris kecil
1 sdt gula pasir




Selat [salad]
750 gr kentang
500 gr wortel
125 gr buncis
500  gr mentimun
20 lmbar daun selada [skip]
6 putih telur rebus [sy sm kuningnya]
400 gr keripik kentang [sy kentang goreng biasa]



Saus mayones
250 ml air masak
50 gr margarin
30 gr terigu, larutkan dengan sedikit air
1 sdt mustard
6 kuning telur rebus, haluskam
1 sdt merica bubuk
2 sdt garam
5 sdt gula pasir
2 sdt cuka [saya air perasan jeruk nipis]






Semur:
Iris daging 4x6x1/2 cm [kalo saya agak gedean]. Haluskan bawang, garam, merica, lumurkan pada daging. Bubuhkan pala bubuk dan kecap, aduk. Diamkan 10 menit.
Panaskan margarin, tumis daging hingga berubah warna, masukan air panas, tomat, dan gula. Masak hingga mendidih, kecilkan api. Setelah semua matang dan [tapi kuah masih menggenang], angkat.

Selat:
Kupas kentang, iris tipis, kemudian goreng. Kalo saya dipotong panjang aja. Potong wortel dan buncis, kemudian kukus. Kupas mentimun, buah isinya kemudian serut atau dipotong sesuai selera. Daun selada dan putih telur diiris tipis.


Saus Mayones:
Didihkan air dan margarin, masukkan larutan tepung sambil diaduk cepat, tambahkan mustard. Angkat, campurkan dengan kuning telur, aduk, tambahkan merica, garam, gula dan cuka [atau jeruk nipis peras]. Aduk rata.

Penyajian:
Tata sayuran dan kentang goreng di atas piring, tambahkan telur dan daging. Siram dengan kuah semuar dan mayones. 


---------------------------------



Selamat mencoba, semoga bermanfaat...



Wassalam,




6 comments :

  1. Aku kepengen bikin iniii. Cumaaa... Agak males LOL

    BalasHapus
  2. Rasanya terlalu manis, aku lebih suka steak hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. punyaku diadjust manisnya bang, jadi gak terlalu hehe...

      Hapus
  3. beniiiing Ayuuu... aku baca resepnya langsung lelah duluan. piknik dulu aja deh :p

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan...kalau kebaca Insyaalloh dibales, kalau enggak jangan ngambek, berarti yang punya blog lagi kelilipan nggak ketauan ada komentar nyelip^^