Pie Susu

Pie Susu

Assalamua'laikum warohmatulloh wabarokatu...
Wilujeng Enjing




Coba perhatikan gambar di atas, teh nya terlihat bening dan menenangkan. Apakah pagi saya terlihat setenang dan sekalem di poto poto ini?. Ohhh tentu tidak! Pagi pagi udah misuh karena air mati, ada cucian di bak piring dan setrikaan yang bergunung belum dibelai... yah.. beginilah hidup penuh dengan pait manis asin, dan tak selamanya seindah di gambar... Orang boleh saja selfie tiap hari dengan raut wajah bahagia dan mempostingnya di akun social media, tapi apa mungkin ada orang bahagia setiap saat? terlihat bahagia mungkin.. tapi benar-benar bahagia? entahlah... Atau sebaliknya, setiap hari mengeluhkan perihal kesusahan hidupnya, terkadang bahkan sampai mencaci maki di akun social media nya, padahal  kita salah satu yang berteman dengannya sama sekali tak tau apa-apa mengenai kekesalannya, atau pada siapa kekesalan tersebut ditujukan. Benarkah hidupnya senelangsa itu? kadang saya sering berfikir jahat sekali. Tolong jangan salahkan saya... :P.




Pie Susu



Belakangan saya pun jadi terlalu malas berekspresi di akun social media saya, baik di facebook, Instagram apalagi twitter!. Mengapdet hal hal konyol, mungkin iya. Tapi membuat orang berfikir saya terlihat begitu bahagia atau begitu bersedih? jangan harap! hehehe... Tidak juga mempublish tulisan tulisan motivator terkenal itu... tidak, tidak lagi. Teman teman terdekat saya, yang mana itu cuma beberapa biji hihi, tau betul apa yang akan terjadi pada saya, jika saya terlalu bahagia, atau terlalu bersedih, saya biasanya menghilang. Menghilang, karena mana mungkin orang yang berbahagia punya waktu untuk mempublish kebahagiaannya di media social, ketika dia sedang asyik menikmati kebahagiaannya. Begitu pula ketika saya bersedih, bagi saya kesendirian selalu menyembuhkan. Tak ada social media. Ataupun tatapan mengiba. Jadi ketika saya masih aktif ngeblog, fb-an, IG-an, berarti saya baik baik saja, atau setidaknya saya yakin tak ingin menyendiri. Artinya saya tak punya masalah? mana mungkin! 




Pie Susu





Oke cukup, pemirsa udah nguap duluan, kita bahas resep aja. Pie susu ini dibuat pas saya lagi ngebet-ngebetnya pengen. Mau beli, lama, apalagi kalo harus ngimpor dari Bali, ya udahlah, bikin aja. Resep yang saya buat ini dengan tambahan sedikit maizena, dan tanpa kuning telur [agak berbeda dari pie susu yang saya buat sebelum sebelumnya]. Hasilnya tentu saja rapuh pemirsa, serapuh hati saya eaa.... kesenggol dikit aja ujung ujungnya copel. Jadi saran saya, hati hati saat membaliknya. Tapi tentu saja hasilnya lebih renyah dan kres kres persis seperti yang saya pengen. Setelah selesai dipanggang, pie dikeluarkan dari cetakan kemudian didinginkan di rak kawat. Selanjutnya masukan ke dalam wadah kedap udara. Bisa tahan selama 3-4 hari. Tempatkan di freezer jika ingin disimpan lebih lama.




----------------------------------
PIE SUSU




Pie Susu






Kulit:
250 gr tepung terigu
50 gr butter + 75 gr margarin (beku)
1 sdm gula halus


Filling (campur semua bahan hingga rata jangan bergerindil):
160 gr susu kental manis
4 kuning telur
3/4 sdt maizena
100 ml air

Wijen sangrai, untuk topping [optional]





Campurkan tepung dengan gula, aduk rata. Masukan butter dan margarin yang sdh dipotong kecil, aduk dengan sendok kayu (atau pisau pastry) hingga terbentuk butiran halus, aduk terus hingga rata, kemudian bulatkan. Jangan diuleni dgn tangan. Bungkus dengan plastik, masukan ke dalam lemari es selama 15 menit.



Siapkan cetakan, masukan adonan, rapikan sisi sisinya. Tusuk tusuk dengan garpu. Lakukan sampai habis. Panggang selama 10 menit di suhu 130'c. Keluarkan dr oven, masukan isian. Panggang lagi hingga matang selama 40-50 menit di suhu 100-120'c atau hingga filling set. Keluarkan dr cetakan dinginkan di rak kawat, masukan ke dalam wadah kedap udara. Simpan di dalam lemari es. Biar tetep renyah.



----------------------------------


Selamat mencoba, semoga bermanfaat...


Wassalam,



6 comments :

  1. kalau bikin teh bening itu artinya pelit... harusnya teh itu keruh, mantap rasanya, wkwkwk...

    BalasHapus
  2. Kak ...kalo setrikaan nya kurang banyak, cob amain ke rumah ku. Disini setrikaan 1 lemari hahaha

    BalasHapus
  3. pengeen...tapi males mbikin...hehe :D :D

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan...kalau kebaca Insyaalloh dibales, kalau enggak jangan ngambek, berarti yang punya blog lagi kelilipan nggak ketauan ada komentar nyelip^^