Butter Cookies
Butter cookies dengan aroma yang sedap dan tekstur yang renyah....


Assalamua'laikum...
Wilujeng enjing...

Kehabisan camilan buat anak-anak, saya bikin yang simple aja. Butter cookies ini jadinya sekitar satu toples sedang, sekali serbu sama anak-anak plus teman-temannya juga bisa langsung abis heheh. Saya suka cookies ini karena teksturnya yang renyah dengan aromanya yang sedap karena dari judulnya juga udah keliatan, butter bangeeed! makanya butternya jangan diganti margarin yah... ya, bisa aja sih diganti cuma aromanya gak akan seenak yang pakai butter. Atau minimal dicampur lha antara butter dan margarinnya... dengan komposisi butter lebih banyak pastinya.

Cookies ini seharusnya tidak memakai telur. Tapi karena pengen pake telur jadi saya tambahin telur. Tidak ada alasan khusus kenapa saya pake telur, ya pengen aja. Jadi kalo temen-temen alergi telur, ini bisa diskip yah... Terus lagi cookies ini seharusnya berbentuk mawar, karena judul aslinya memang bernama box of roses... tapi setelah saya lihat-lihat hasilnya punya saya, saya putuskan untuk mengganti namanya [maaf nih yang punya resep]. Selain karena garisnya kurang tegas, juga bentuknya keseluruhan sama sekali tidak mirip bunga mawar. Justru lebih mirip semprit heheh...

Sebenarnya mbak Endang, yang nulis ulang resep ini, sudah memberikan alternatif supaya hasil cookiesnya tidak melebar, sehingga garis-garis motif nya tampak lebih tegas. Yaitu dengan memakai spuit besar dan adonannya disimpan dalam lemari es selama 30 menit sebelum dibentuk. Cuma karena saya bikinnya kesorean jadi berburu dengan waktu supaya cookiesnya segera dipanggang. Saya memang punya jadwal makan yang agak ketat. Maksimal jam 4 sore lah saya sudah tidak makan apa-apa lagi. Sebelumnya saya memakan semangkuk penuh aneka sayuran kukus yang membuat saya kekenyangan hingga malam, bahkan sampai keesokan harinya. Jadi saya sudah tak mengenal makan malam dalam 4 bulan terakhir. Apakah ini bagian dari diet saya? iya... saya memang sedang berdiet dan meskipun sudah agak longgar tapi tetap saja sebisa mungkin untuk tidak memamahbiak lewat dari jam 4. Itu juga kenapa saya tidak pernah datang ke Braga Culinary Night atau Cibadak culinary Night...yang lagi hepeening banged di Bandung... Padahal mah pengen, mungkin lain kali harus nakal-nakal dikit biat bisa jajan-janan di waktu malem...^^

Issssh malah ngelantur... maksud saya, karena berburu dengan waktu itu, jadi saya langsung memanggang cookiesnya tanpa disimpan di lemari es terlebih dahulu. Hasilnya? seperti tampak di poto... meleber ya... tapi kalo rasanya enak, ngapain ribut-ribut soal bentuk, pan?*pembelaan diri...


Butter Cookies

Butter Cookies


BUTTER COOKIES
[Resep asli bernama cookies box of roses, yang diadaptasi oleh mbak Endang menjadi cookies mawar tanpa telur, kemudian diganti dengan semena-mena oleh saya menjadi Butter Cookies]



Butter Cookies









175 gram mentega atau margarine [Lebih enak memakai mentega]
75 gram gula bubuk [blender]
1/2 sdt vanila ekstrak [saya gak pakai]
175 gram tepung terigu serba guna
45 gram tepung maizena
1 btr telur [tambahan dari saya, dihilangkanpun tidak apa-apa]








Siapkan loyang, alasi permukaannya dengan kertas baking. Atau oles saja permukaannya dengan margarin. Sisihkan.
Masukkan mentega dan gula bubuk kemudian kocok dengan kecepatan sedang hingga pucat dan mengembang. Tambahkan vanila ekstrak [jika pakai] dan telur, lalu kocok lagi. Masukkan tepung terigu dan tepung maizena yang sudah diayak ke dalam adonan mentega, kemudian aduk dengan spatula hingga tercampur rata. Simpan adonan ke dalam kulkas selama 30 menit supaya tidak terlalu melebar saat dipanggang. Kemudian panaskan oven, set disuhu 165'C dengan api atas bawah.   

Siapkan plastik segitiga beri spuit. Masukkan adonan kue ke dalam pastik, kemudian gunting ujung plastik dan dorong spuit keluar plastik. Semprotkan adonan ke atas permukaan loyang. silahkan berkreasi dengan bentuk yang disukai masing-masing. Lakukan hingga adonan habis. 

Panggang adonan selama 20 hingga kecoklatan. Keluarkan dari oven, kemudian dinginkan di rak kawat. Jika kue telah dingin masukkan ke dalam wadah kedap udara.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat...

Salam,